Untag Surabaya Selenggarakan TOT

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
Memiliki motto “An Empowering and Networking University”, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya telah bekerjasama dengan berbagai instansi baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah dengan EQWIP HUBs Canada, program kerjasama yang dikelola Non Governmental Organizations (NGO) yakni Canada World Youth (CWY) dan Youth Challenge International (YCI), yang didanai oleh Pemerintah Kanada. Hasil dari penandatanganan kerjasama ini menghasilkan banyak sekali program, salah satunya adalah Training for Trainers (TOT) Modul Foundational dan Employment. Dimulai sejak Rabu (20/2) dan akan berlangsung selama sepekan, kegiatan ini terselenggara di ruang I107, Ruang Pascasarjana Untag Surabaya.

“Untag Surabaya dan EQWIP HUBs sudah bekerjasama sejak tahun 2015 lalu dan banyak program yang sudah dijalani. Salah satunya TOT ini dimana EQWIP HUBs menyiapkan kita untuk menjadi fasilitator,” terang Wiwin Widiarsih, S.T., M.T., Kepala Bagian Urusan Kerjasama, Untag Surabaya. Latar belakang kegiatan kali ini, lanjutnya, bertujuan untuk memberikan impact kepada mahasiswa, pembelajaran softskill yang belum tentu didapat di mata kuliah yang diajarkan.

Pelatihan yang sudah terlaksana selama dua kali ini dibagi menjadi 3 macam: Employment, Entrepreneur dan Foundational. Namun, untuk Entrepreneur atau pelatihan kewirausahaan sendiri sudah sering dilaksanakan. “Untuk hari ini merupakan pelatihan dasar yang harus diikuti, yaitu TOT Modul Foundational yang dimulai sejak Rabu sampai Jumat. Nanti kemudian dilanjut pelatihan Employment tanggal 25 hingga 27,” terang Wiwin. “Sedangkan peserta yang hadir dipelatihan awal ini berjumlah 24 orang. Kalau untuk pelatihan Employment akan diikuti oleh 14 orang. 10 orang diawal tadi merupakan fasilitator yang sudah mendapatkan pelatihan lain, namun belum mendapatkan pelatihan dasar,” sambungnya.

Dosen Program Studi Teknik Sipil itu berharap, “Jadi dalam perkuliahan dapat dimasukkan untuk menambah softskill, perubahan sikap. Seperti bagaimana berbicara, komunikasi, bekerja dalam team, dan lain sebagainya. Sehingga mahasiswa kita nanti ketika sudah lulus bisa siap didunia kerja, baik entrepreneur maupun perusahaan.”

Sementara untuk kelanjutan kerjasama antara Untag Surabaya dan EQWIP HUBs Canada yang sudah memasuki tahun terakhir, Wiwin belum mengetahui apakah akan tetap berlanjut atau tidak. “Untuk kelanjutan belum tahu, biasanya diadakan evaluasi terlebih dahulu,” ujarnya. Program yang berhasil terlaksana antara Untag Surabaya dengan EQWIP HUBs terbilang cukup banyak, seperti Program Eco Campus, Pusat Studi Gender hingga UBIC, Inkubator Kewirausahaan.  (ua/aep)

www.untag-sby.ac.id 

 

Komentar